Selasa, 09 Juni 2020

Rangkuman Modul Praktikum Basis Data

Rangkuman Modul Praktikum Basis Data
Perkenalkan nama saya Muhammad Arginanta Kafi Sambada, Saya lahir di Surabaya 30 Agustus 2001 ,saya berkuliah
di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan mengambil jurusan Teknik Informatika
dan jika ingin mengenal lebih dalam tentang universitas saya silahkan akses link berikut: umsida.ac.id , fst.umsida.ac.id

 
POKOK BAHASAN 1
BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R

1.        Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.
2.        Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar  data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 mcacam yaitu :
1.      Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.

Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM)   Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.

2.      Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.

Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam betuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.


3.      Physical Based Data Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.

3.        Bahasa Basis data
Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
1.      DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a.       Membentuk basis data, tabel, indeks.
b.      Mengubah struktur table.
c.       Menghapus basis data, tabel atau indeks.
2.      DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a.       Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b.      Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c.       Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
3.      DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a.       Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b.      Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data

4.        Entity Relationship Diagram (ER-D)
Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.
1.      Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a.       Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
·         Entitas Reguler
Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain.
·         Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas reguler).
·         Entitas super type dan sub type
Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah.
Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain.

b.      Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh : mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lahir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
·         Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013
·         Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.  
 
POKOK BAHASAN 2 
 STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
 
A.  SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pad sistem R (sebuah sisem riset pada laboratorium riset San Jose, IMB). Kini SQL dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga main frame. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun diletakkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Dhelpi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL, dan informix.

B.  Element SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika, dan fungsi bawaan.

a.       Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta suatu tindakan kepada DBMS (Database Management System).
Tabel 2.1 pernyataan SQL
Pernyataan
Keterangan
CREATE
Menciptakan basis data, tabel atau indeks
ALTER
Mengubah struktur tabel
DROP
Menghapus basis data, tabel atau indeks
COMMIT
Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
ROLLBACK
Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan
INSERT
Menambahkan sebuah baris pada tabel
UPDATE
Mengubah nilai pada sebuah baris
SELECT
Memilih baris dan kolom pada tabel
DELETE
Menghapus baris pada tabel
GRANT
Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
REVOKE
Embatalkan hak terhadap basis data

Yang semua dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing masing yaitu:
a.       Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b.      Data Manipulation Language (DML) : Digunakan memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE
c.       Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE
a.       Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Managemen System). Contoh pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.



b.      Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe dalam MySQL :

Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik
Tipe
Keterangan
Range Nilai
TINYINT
Nilai interger yang sangat kecil
Signed : -128 s.d. 127 unsigned : 0 s.d. 255
SMALLINT
Nilai integer yang kecil
Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
MEDIUMINT
Integer dengan nilai medium
Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
INT
Integer dengan nilai standar
Signed :-2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
BIGINT
Integer dengan nilai besar
Signed : -9223372036854775808 s.d 9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
FLOAT
Bilangan desimal dengan single-procission
Minimum ± 1.175494351e-38
Maksimum ±3.40282346e+38
DOUBLE
Bilangan desimal dengan double-procission
Minimum ±2.2205738585072014e-308
Maksimum ± 1.7976931348623457e+308
DECIMAL (M,D)
Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma
Tergantung pada nilai M dan D



Keterangan :
Signed  dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik
-          Signed : Data yang disimpan pada suatu kolom dapat berupa data negatif dan positif.
-          Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negatif (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan dengan unsigned.


Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter
Tipe
Keterangan
Ukuran Maksimum
CHAR (n)
String karakter dengan panjang yang tetap
1 M byte
VARCHAR (n)
String dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n
1 M byte
TINYBLOB
BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil
28-1 byte
BLOB
BLOB berukuran kecil
216-1 byte
MEDIUMBLOB
BLOB berukuran sedang
224-1 byte
LONGBLOB
BLOB berukuran besar
232-1 byte
TINYTEXT
String teks yang sangat kecil
28- 1 byte
TEXT
String teks berukuran kecil
216- 1 byte
MEDIUMTEXT
String teks berukuran medium (sedang)
224-1 byte
LONGTEXT
String teks berukuran besar
232- 1 byte
ENUM
Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi
65535 anggota
SET
Himpunan, kolom dapat disi dengan beberapa nilai anggota himpunan
64 anggota himpunan

Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe
Range
Format
DATA
“1000-01-01” s.d. “9999-12-31”
“0000-00-00”
TIME
“-832:59:59” s.d. “838:59:59”
“0000:00:00”
DATETIME
“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59:59”
“0000-00-00 00:00:00”



c.       Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau  tidak berubah. Konstanta sering dipakai  pada perintah SELECT. Konstanta dibagi menjadi 2 :
1.      Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2.      Konstanta bertipe karakter : “Teknik Informatika”
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau string diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan desimal adalah berupa tanda titik.
d.      Operator Artimatika
Operator arit matika adalah exspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol – simbol yang dapat digunakan pada expresi  aritmatika :

Tabel 2.5 Simbol Expresi Aritmatika
Simbol
Keterangan
*
Perkalian
/
Pengurangan
+
Penjumlahan
-
Pengurangan
%
Sisa pembagian

e.       Operator Relasi
Merupakan  operator yang digunakan untuk membandingakn suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu  untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.

Simbol – simbol  yang dapat digunakan pada operator relasi :

Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol
keterangan
=
Sama dengan
> 
Lebih besar
< 
Lebih kecil
>=
Lebih besar atau sama dengan
<=
Lebih kecil atau sama dengan
<> 
Tidak sama dengan

f.        Operator Logika
Operator logika ada  3 yaitu OR, AND dan NOT

Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol
keterangan
NOT atau !
Sebagai  negasi atau pembalik nilai
OR atau ||
Atau
AND atau &&
Dan

g.      Operator Pembanding

Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol
Keterangan
IS NOT NULL
Apakah sebuah nilai adalah titik kosong (not null)
IS NULL
Apakah sebuah nilai adalah  kosong (null)
BETWEEM
Apakah suatu  nilai diantara dua batasan  nilai
IN
Apakah suatu nilai berada didalam pilihan yang ada
NOT IN
Apakah suatu  nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
LIKE
Apakah suatu  nilai sesuai dengan kriteria tertentu
NOT LIKE
Apakah suatu  nilai  tidak sesuai dengan  kriteria tertentu


POKOK BAHASAN 3
DATA DEFINITION LANGAUAGE (DDL)

A.    Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
                    Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DLL
Perintah
Keterangan
Create Database
Membuat basis data
Drop Database
Menghapus basis data
Create Table
Membuat tabel
Alter Table
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
Drop Table
Menghapus tabel dari basis data
Create Index
Membuat Index
Drop Index
Menghapus Index

POKOK BAHASAN 4
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
 
A.      Data Manipulation Language (DML)
Data manipulation language (DML) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain : perintah untuk memilih data (query),menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk Manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1.         Melakukan pencarian kembali data lama.
2.         Penyisipan data baru kedalam tabel.
3.         Penghapusan data.
4.         Pengubahan data.
5.         Menampilkan data dengan kriteria tertentu.
6.         Menampilkan data secara terurut.

DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1.    Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2.    Non prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).

POKOK BAHASAN  5 
QUERY DAN VIEW
A.      Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data,Query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci.Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja,tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.
1.        Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a.    Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya,dipisahkan tanda titik (.) Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku artinya field kode_buku dari tabel buku.

b.    Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM,dengan pemisah koma (,) dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
Contoh : From buku, anggota.
c.       Kondisi dalam klausa Where mempengaruhi jenis join yang tercipta.
B.      View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu,sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
     [OR REPLACE]
     VIEW view_name [(column_list)]
     AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
POKOK BAHASAN 6
DATA CONTROL  LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER

A.      Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT , INSERT , UPDATE , DELETE , REFERENCES , INDEX , CREATE , ALTER dan DROP.

A.      Mengatur Hak Akses
Untuk MySQL versi 3.22 keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1.         Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (“nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY “nama_password” [WITH GRANT pilihan akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
·      Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT,INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengan koma (,).
·      Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·      Pemakai,nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
GRANT SELECT ON buku To siska;
Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.
Hak akses lebih dari satu :
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;
2.         Perintah REVOKE

B.       Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
GRANT SELECT, UPDATE (kode_buku,judul_buku,tahun_penerbit) ON buku TO edi;
Dari perintah diatas user arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku, judul_buku, tahun_penerbit).

C.      Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
GRANT ALL PRIVILAGE ON buku to siska;
Atau menggunakan
GRANT ALL ON buku to siska;
D.      Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON buku ‘world’;
E.       Pencabutan Hak Akses
1.         Pencabutan hak akses sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;
Atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Administrator ingin mencabut hak akses user siska,maka perintahnya :
REVOKE SELECT ON buku FROM siska;
Atau :
REVOKE SELECT, INSERT ON buku FROM edi;
2.         Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar